Category Archives: Blog

Kenangan bersama Bapak Blogger, Prof Dr. Ir. Tb. Sjafri Mangkuprawira.

Ngobrol bareng prof Sjafri

Pertemuan memang awal dari perpisahan. Kebersamaan ada saatnya untuk berakhir. Rabu, 6 Februari 2013 adalah saat terakhir bapak pembina Blogger Bogor, Prof.Dr.Ir TB. Sjafri Mangkuprawira membersamai kami di dunia ini, innalillahi wa innailaihi roji’uun. Bagaimanapun besarnya kecintaan keluarga, sanak famili, kerabat dekat dan kami semua kepada beliau, Alloh SWT lebih mencintai beliau. Dari cerita yang saya dengar, bermula pada saat acara Rabuan di gedung GWW IPB, saat akan menyanyikan lagu Hymne IPB, beliau dipanggil Sang Maha Pencipta. (Beritanya disini)

Membangkitkan Semangat Menulis Novel di Kelas “Bawel Nulis Novel” Akber Bogor

Kelas “Bawel Nulis Novel” adalah kelas yang diselenggarakan oleh Akber Bogor. Kelas ini berisi tentang bagaimana menulis novel.Tempat pelaksanaannya di lantai tiga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan/FKIP Universitas Pakuan Bogor. Pembicara yang dihadirkan tidak main-main, Khrisna Pabicara (akun di twitter @1bichara). Beliau adalah penulis yang sudah menulis dan menerbitkan 14 buku, beliau juga pengarang novel best seller ‘Sepatu Dahlan’. Inilah pertama kali saya datang dan mengikuti kelas Akber Bogor. Akber adalah kependekan dari AKademi Berbagi. Akademi Berbagi ini sudah ada di beberapa kota di Indonesia, salah satunya ada di Bogor. Akademi Berbagi adalah suatu komunitas yang mengadakan kelas secara gratis, peserta yang hadir tidak membayar, tempat kelasnya tidak dibayar, pengisi acaranya pun juga tidak dibayar, apalagi yang mengadakan, tidak meminta bayaran. Walaupun tidak meminta bayaran, saya yakin akan mendapat ganjaran (bahasa jawa yang berarti pahala). Sebagaimana slogannya “Berbagi bikin Happy”, Akber Bogor ini akan mengadakan kelas dengan bermacam-macam tema dalam setiap bulannya. Biasanya kelas diadakan pada awal bulan. Untuk mengetahui informasi kelas yang akan diadakan, silahkan memantau webnya di http://akberbogor.boogoor.com, follow akun twitternya @AkberBogor, pantengin terus linimasanya.

Kelas Bawel menulis novel ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 9 Juni 2012 dari jam 10.00 sampai 12.00 wwib. Sebelumnya ijinkan saya cerita dulu bagaimana perjuangan saya untuk bisa menghadiri kelas ini (kalau dianggap ga penting, silahkan lewati saja, hehe). Karena usia kehamilan istri sudah 36 minggu maka setiap seminggu sekali istri saya harus cek kehamilannya ke dokter di rumah sakit. Biasanya saya yang mengantarkan. Karena hari senin sampai jum’at saya kerja dari pagi sampai sore maka acara mengantar istri ke dokter pun bisanya hari sabtu. Begitu juga ketika hari pelaksanaan acara kelas Akber itu, hari sabtu. Saya harus mengantarkan istri dulu ke dokter. Baru setelah istri sampai ke dokter di rumah sakit, saya menuju lokasi acara kelas Akber di Universitas Pakuan. Karena baru sekali ke Universitas Pakuan, sampai Universitas Pakuan saya harus mencari-cari lokasi kelas Akber, nyasar dulu ke Fakultas Sastra, karena saya kira acaranya di Fakultas Sastra, muter-muter sampai lantai tiga, nanya-nanya dan akhirnya ketemu juga FKIP, langsung naik ke lantai tiga.

Sampai di kelas Akber, suasana kelas sudah ramai, kira-kira ada 70 an peserta yang sudah menempati kursi. Hampir semua kursi yang tersedia semua sudah terisi, hanya beberapa kursi yang masih kosong. Kebetulan kursi yang paling depan dan paling belakang masih ada bebrapa yang kosong. Oleh pengurus Akber saya dipersilahkan menempati kursi paling depan yang masih kosong itu. Acara sudah dimulai, tetapi baru sesi sambutan dari Akber Bogor, belum masuk ke materi tentang penulisan novel. Melihat suasana kelas yang ada jadi teringat dulu ketika masih kuliah, hehe. (Anda: pernah kuliah juga tho?, Saya: ya iyalah, Anda: pamer, Saya: yo ben), hehe. Kalimat terakhir ini selingan ya, biar seperti Khrisna Pabichara yang suka humor. Kuliah hanya salah satu sarana belajar, belajar tidak hanya di kuliah (Anda: koq ga nyambung dengan judul?, Saya: yo ben).

image

Sesi sambutan selesai, sesi materi penulisan novel pun dimulai. Saatnya penulis novel Sepatu Dahlan menginspirasi dalam kelas penulisan novel. Melihat penampilan beliau saat itu, saya menyimpulkan bahwa beliau ini orangnya sederhana dan rendah hati. Walaupun sudah ngetop dengan novel Sepatu Dahlan yang best seller, saat itu Khrisna Pabichara tampil dengan sederhana. Bersepatu hitam dan mengenakan celana jins biru dipadukan kaos putih bergambar siluet hitam wajah dirinya yang dimasukkan ke celana. Dengan mengenakan kaos bergambar dirinya, merupakan kebanggaan sebagaimana ia mengenakan kaos bergambar penulis hebat Chairil Anwar. Ia menyampaikan materi dengan suaranya yang lantang dan intonasi yang jelas, ada sedikit logat orang Makasar. Bahasa lisannya seperti bahasa tulis EYD, menunjukkan jika ia memang mengerti betul Bahasa Indonesia.

Ia tidak hanya memberi materi bagaimana menulis novel, tetapi ia juga memotivasi bagaimana menulis itu. Disampaikannya langkah untuk menjadi penulis harus dengan menulis dan membaca. “Sebanyak apapun ikut kelas atau pelatihan menulis, kalau tidak pernah menulis, tidak akan menjadi penulis; sebaliknya walaupun tidak pernah ikut kelas atau pelatihan menulis, tetapi sering menulis akan bisa menjadi penulis”. Itulah salah satu kata-kata yang masih saya ingat. Kata-kata yang disampaikan adalah kata-kata bagaimana mambakar gairah untuk menulis, khususnya novel. Menurut saya Khrisna Pabichara tidak hanya penulis, tetapi juga motivator menulis. Menurut dirinya sendiri katanya juga punya bakat menjadi pelawak. Selama mengisi kelas ini, setiap saat dalam menyampaikan materi menulis, ada saja humor yang diselipkan. Tawa dari peserta kelas menjadikan susana lebih segar.

image

Ada beberapa point materi dari penulisan novel yang masih saya ingat. Misalnya, bagian yang ada pada novel antara lain: Tokoh, Latar, Alur dan Konflik. Modal dalam menulis novel antara lain : 1.Kemauan yang sungguh-sungguh, 2. Keberanian, 3. Disiplin, 4. Gairah. Persiapan sebelum menulis antara lain: 1. Yang disukai pembaca, 2. Tentukan sasaran pembaca. Dicontohkan oleh beliau ketika sebelum menulis novel Sepatu Dahlan, ia merampungkan membaca novel yang bagus dan yang laris di pasaran. Ia membaca 68 novel Indonesia dan 80 novel berbahasa luar negeri dalam 16 hari tanpa mengurangi esensinya. Setiap point yang disampaikan dijelaskan dengan rinci dan jelas, kadang-kadang juga diberikan contoh. Dalam menulis novel harus dijaga keseimbangan antara dialog dan narasi. Dengan narasi pun sudah bisa menggambarkan bagaimana keadaan yang ada pada tulisan itu. Contoh yang ia berikan saat itu misalnya orang pendiam yang sedang marah. Penokohan juga penting, apakah penokohan itu riil, imajiner atau gabungan riil dengan imajiner. Penokohan juga dipengaruhi fisik tubuh, latar belakang keluarga atau pendidikan. Untuk pengembangan cerita maka diperlukan motif dari setiap penokohan. Motif ini bisa disebut latar belakang cerita/kejadian. Misalnya motif seorang laki-laki yang menemukan dompet seorang perempuan dan ingin mengembalikan, tetapi malah dituduh pencopetnya. Atau motif seorang laki-laki yang menemukan dompet seorang perempuan dan ternyata sang perempuan adalah cinta pertamanya dan baru saja bercerai dengan suaminya. Itulah beberapa materi yang masih saya ingat.

Di akhir sesi penyampaian materi ada beberapa buku yang disarankan untuk dibaca, antara lain : The Count of Monte Cristo, Kilatan Pedang Tuhan (Kamran Pasha), Digital fortress, Teori Kesusastraan (Rene Welleck). Jangan lupa juga Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Thesaurus untuk memperbanyak kosakata.

Di akhir acara kelas Bawel Nulis Novel semua peserta mendapatkan buku 12 Rahasia Pembelajar Cemerlang dari Khrisna Pabicara. Setelah kelas selesai tidak lengkap jika tidak berfoto bersama. Khrisna Pabichara pun sibuk memberikan tanda tangan di buku yang sudah dimiliki oleh peserta.

Sampai ketemu di kelas Akber Bogor Berikutnya.

imageimage

Sebetulnya saya akan merangkum livetweet dengan tagar #kelasnovel, tetapi ternyata @AkberGarut sudah melakukannya, jadi silahkan melihat di http://akber.boogoor.com/reportase-bawel-nulis-novel/ yang ada di akhir tulisannya.

BOGOR KOTA MEDIA PENDIDIKAN

Tulisan dalam blog ini adalah tulisan ke empat dari cerita berantai (#RantaiCerita @BloggerBogor) – ‘cer-ai’ (chain blog posting) komunitas Blogger Bogor (Blogor) yang kali ini bertemakan kota Bogor. Peserta cer-ai kali ini terbagi kedalam dua golongan, golongan hitam (sisi negatif kota Bogor) dan golongan putih (sisi positif kota Bogor). Kebetulan saya termasuk ke dalam golongan putih beserta rekan-rekan yang lain, yaitu: kang Bugi, Pege, pak Matrisoni, Ontohod, WKF, Insan Luthfi Habibi, Harris Maulana, Irvan Setya Adji dan Defidi. Informasi lengkap mengenai cer-ai ini bisa dilihat di Blogor. Selamat menikmati.

Anda bisa membaca tulisan sebelumnya di :

1. kang Bugi,

2. Pege,

3. pak Matrisoni

=============================

Bogor adalah kota yang terkenal. Saya yakin semua orang di dunia akhirat Indonesia mengenal Bogor. Waktu masih imutSD dan SMP saya sudah mengenal Bogor walaupun hanya melalui pelajaran di sekolah. Dari pelajaran sejarah saya mengenal prasasti Batu tulis dan Istana Bogor. Dari pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) saya mengenal kalau Bogor adalah kota di Indonesia yang mempunyai curah hujan tinggi, makanya disebut kota hujan, waktu saya datang ke Bogor pertama kali, tiada hari tanpa hujan (sekarang ngga sesering dulu).

Waktu SD/SMP saya belajar sejarah dan IPA hanya dari media buku, dan hanya bisa membayangkan saja. Terbayang sekarang seandainya dulu ketika belajar sejarah sambil melihat bukti sejarah, pasti akan lebih menjiwai (paham), pasti juga lebih menyenangkan. Seandainya belajar IPA dengan langsung melihat/praktek langsung di lapangan pasti lebih bersemangat.

Menurut saya, Bogor (kota dan kabupaten) sangat mendukung sebagai media pendidikan. Membantu pelajar supaya mendapat pengalaman belajar. Banyak hal/tempat yang ada di Bogor yang bisa dijadikan sebagai media pendidikan, terutama belajar sejarah dan belajar ilmu pengetahuan alam (mungkin anda bisa menambahkan disiplin ilmu yang lain lagi).

Salah satu tempat yang bisa dijadikan media pendidikan adalah museum. Ada beberapa museum yang berada di Bogor. Tetapi menurut berita disini dan disini pengunjung museum relatif sedikit, bahkan ketika tiket museum digratiskan (data pengunjung museum dari tahun 2006 sampai 2008 ada disni). Supaya pengunjung museum banyak dan ada lebih banyak manfaat yang diambil dari museum (terutama bagi generasi anak-anak dan anak muda), bagaimana kalau ada gerakan untuk berkunjung ke museum?. Misalnya berkunjung setiap akhir pekan (seperti gerakan WTM/ Wiken Tanpa ke Mall). Atau dari pihak pemegang kebijakan pendidikan mewajibkan sekolah-sekolah untuk berkunjung ke museum. Misalnya untuk seluruh sekolahan yang ada di daerah Bogor dan sekitarnya.

Berikut ini museum yang ada di Bogor hasil searching, silahkan anda berkunjung ke museum bersama anak tetangga  anda atau anak didik, bisa sambil belajar dan diskusi.

1. Museum Etnobotani

Museum EtnobotaniMuseum Etnobotani diresmikan pada tahun 1982 oleh Prof. DR. BJ. Habibie. Didalamnya terdapat 2.000 artefak etnobotani dan berbagai diorama pemanfaatan flora. Berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda no. 24 Telp. (0251) 8322035.

2. Museum Zoologi

clip_image002Museum Zoologi didirikan pada tahun 1894 dengan nama Museum Zoologicum Bogoriensis. Mempunyai koleksi ribuan species binatang mamalia, serangga, reptillia, burung, ikan dan molluska. Lokasi terletak di Jl. Ir. H . Juanda no.09 Telp. (0251) 8322226.

3. Museum Tanah

clip_image003Museum Tanah didirikan pada tanggal 29 September 1988. Museum ini merupakan tempat penyimpanan jenis contoh tanah yang terdapat di Indonesia yang disajikan dalam ukuran Kecil berupa makromonolit. Berlokasi di Jl. Ir H. Juanda no. 98 Telp. (0251)8323012.

4. Museum Peta

clip_image004

Museum PETA didirikan pada tahun 1995 oleh Yayasan Perjuangan Tanah Air. Didalamnya memuat 14 diorama mengenai perjalanan perjuangan para pahlawan PETA. Berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman No. 35 Telp. (0251)8332768.

clip_image006

Senjata di museum PETA

5. Museum Perjuangan

clip_image007Museum Perjuangan didirikan pada tahung 1957 sebagai tempat penyimpanan macam-macam senapan yang digunakan para pejuang kemerdekaan dan terdapat koleksi senapan yang merupakan hasil rampasan dari tentara Jepang dan Inggris. Museum ini dilengkapi dengan diorama perjuangan di daerah Bogor dan sekitarnya. Berlokasi di Jl. Merdeka No. 56 Telp. (0251) 8326377.

6. Museum Dinosaurus

”]museum donosaurus”]museum donosaurus

Selain menampilkan patung fosil dinosaurus dan robot-robot yang “mengagetkan”, museum ini juga dilengkapi dengan fosil-fosil asli telur, sebagian rangka/tulang dan gigi dinosaurus yang didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Dari negeri sendiri (Indonesia) juga ditampilkan fosil-fosil binatang prasejarah dari tanah air yang banyak diketemukan di daerah Trinil, Sangiran, Jawa Tengah. Pemutaran film binatang-binatang purbakala dalam bentuk video juga tersedia, meskipun hanya ditayangkan dalam media televisi 14″. Tempat wisata Bogor yang berada di daerah Cisarua, sekitar 2,5 km dari Taman Safari arah ke Puncak. GPS: -6.688339,106.959998.

Peta Museum di Bogor

Lokasi lima Museum di Bogor dari Google Maps

Saya yakin masih banyak tempat di Bogor selain museum yang bisa dijadikan media pendidikan. Jelas sekali kalau Bogor merupakan media pendidikan sejarah. Di Bogor kita bisa menemukan bukti sejarah yang bisa dibilang komplit. Dari jaman batu, jaman kerajaan, jaman penjajahan semua ada. Apa buktinya? Salah duanya yang terkenal di Bogor ada prasasti Batu Tulis dan Istana Bogor. Dan masih banyak lagi situs serta Benda Cagar Budaya (BCB) yang ada di Bogor, seperti yang disebutkan di sini atau grup FB di sini. Dengan belajar sejarah secara langsung melalui tempat (baca:media pendidikan) yang ada di Bogor harapanya nilai-nilai kearifan lokal dan semangat kebaikan dari para pendahulu akan tetap dipegang, tidak terkikis atau hilang.

Bukti Sejarah, Ruangan di dalam Istana Bogor

Bukti Sejarah, Ruangan di dalam Istana Bogor

Open House Istana Bogor

Open House Istana Bogor

Postingan berikutnya oleh Ontohod

Tempat ngambil gambar dari :
Koleksi Pribadi
http://www.indotravelers.com/bogor/index.html
http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&id=75743
http://www.navigasi.net/goart.php?a=mudinors

Internet Sehat untuk Semua

Ahad, 31 Juli 2011 kembali Blogor bersiaran di Radio Sipatahunan Bogor dalam program acara Saung Nyerat. Saung Nyerat adalah sebuah program acara dari Blogor bekerja sama dengan Radio Sipatahunan. Acara nirlaba (nonprofit) ini merupakan ajang berbagi ilmu, tips dan cerita seputar dunia menulis. Anda bisa menikmati acara ini setiap Ahad sore pukul 16.00 s/d  17.00 WIB di Radio Sipatahunan 89.4 FM. Tamu pada edisi kali ini adalah Indriyatno Banyumurti dari Internet Sehat dan Erfano Nalakiano dari Sekolah Alam, masfajar sebagai host-nya.

saung nyerat blogor
masfajar, Banyumurti, Erfano

Perbincangan tentang penggunaan internet di Indonesia selalu menarik. Seperti yang disampaikan kang Banyumurti bahwa pengguna internet di Indonesia sampai saat ini mencapai angka 45 juta, pengguna situs jejaring sosial Facebook mencapai 35 juta (nomor dua setelah Amerika), baik yang mengaksesnya melalui PC atau gadget yang lain. Tidak semua yang ada di internet itu isinya memberikan manfaat. Selain sisi positif ada juga sisi negatif dari Internet. Beberapa isinya cenderung merugikan kita, anak-anak, remaja dan siswa. Selama ini yang biasa dibahas tentang internet adalah sisi negatifnya. Misalnya pornografi, perjudian, game atau pelanggaran data privasi yang bisa merendahkan martabat atau pelecehan seksual ringan maupun berat. Antisipasi yang dilakukan dari hal negatif internet biasanya dengan melakukan blokir content negatif dan pelarangan untuk tidak membuka content negatif itu. Pemblokiran hanya salah satu usaha yang dilakukan, tetapi masih ada celah bagi mereka yang memang berniat tidak baik. Dan pelarangan terhadap content tertentu malah akan membuat penasaran dan ingin mengetahuinya. Nah, dengan Internet Sehat maka pengaruh negatif dari internet dapat diminimalisir sekaligus mengoptimalkan manfaat positifnya. Program Internet Sehat bertujuan:

membantu mengkampanyekan citra Internet sebagai media pendidikan dan hiburan yang positif bagi institusi keluarga dan institusi pendidikan. Di internet bisa belajar sambil bermain. Banyak situs tentang pendidikan (misalnya: nationalgeographic.co.id), ada juga yang menyediakan cerita untuk anak, baik ebook atau audiobook (misalnya: storybook.org).Dengan Google Earth bisa jalan-jalan ke Paris dan melihat menara Eiffel serta belajar mengukur jaraknya dari Indonesia, sekali bermain maka bisa belajar beberapa disiplin ilmu.

membantu memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi orang tua dan guru dalam menyikapi perkembangan Internet dan dampaknya. Contoh sederhana misalnya dengan menempatkan komputer di ruang keluarga bukan di kamar pribadi supaya lebih terpantau. Menjadikan aktifitas online adalah aktifitas bersama dengan keluarga. Untuk memproteksi bisa menggunakan freeware DNS Nawala atau K9 Web Protection ( Produk ini dapat membantu orangtua untuk memfilter penggunaan Internet di rumah dan juga untuk melindungi keluarga dari konten yang tidak diinginkan. Melalui produk ini, orang tua secara diam-diam bisa memantau catatan aktifitas anaknya saat berselancar di Internet (history). Orangtua juga bisa memblokir atau mengijinkan situs-situs tertentu dan mengatur penjadwalan penggunaan Internet).  Materi  Internet Sehat di : http://ictwatch.com/internetsehat/download-materi-internet-sehat/

membantu mengupayakan peningkatan penetrasi Internet di Indonesia dari pelanggan rumahan (keluarga) dan dari komunitas pendidikan secara aman dan bertanggung-jawab (aman bagi anak dan murid dengan tanggung-jawab orang-tua dan guru dalam memberikan pengawasan dan bimbingan). Kampanye tentang internet sehat diperlukan dukungan dari seluruh kalangan masyarakat. Semua kalangan bisa berperan dalam mengkampanyekan internet sehat. Orang tua dirumah, pengajar di sekolah harus tahu tentang berinternet yang sehat, sehingga bisa menjaga anak dan anak didiknya. Dunia maya juga seperti dunia nyata, jika mengenal orang baru di dunia maya juga harus berhati-hati apalagi jika harus ketemu darat. Seperti yang disampaikan kang Erfano sebagai guru/pengajar harus selalu mengarahkan dan membimbing anak didikanya dalam penggunaan sisi positif internet. Sebagai blogger juga berperan terhadap kualitas konten. Misalnya ada keyword tertentu yang muncul di SERP Google adalah konten negatif, maka tugas blogger untuk memperbanyak konten positifnya. Seperti kopi bubuk yang disiram air sebanyak-banyaknya, maka kopi itu walaupun ada akan terlihat hilang, demikian diibaratkan oleh kang Banyumurti tentang hal negatif yang  ada di internet. Jika semua orang menggunakan internet dengan hal positif maka hal negatifnya akan terabaikan. Hal ini bisa dibentuk dari lingkungan terkecil keluarga dan dimulai dari usia anak-anak. Kampanye tentang Internet Sehat sudah dimulai sejak tahun 2002. Bagi yang tertarik untuk mengadakan workshop tentang Internet  Sehat, baik ibu-ibu arisan, komunitas, atau di sekolah bisa menghubungi ke email : surel@ictwatch.com. Informasi tentang internet sehat silahkan akses di : http://ictwatch.com/internetsehat/

saung nyerat blogor di radio sipatahunan